· 22 Mei 2022 · 2 mnt baca
OPUS: Echo of Starsong Review

- 4/5
- PC · Nintendo Switch · Playstation · Android · iOS · Xbox
Susah Move On dari Sebuah Game
Awalnya ngira ini cuma visual novel biasa. Santai, baca cerita, selesai. Ternyata… jauh dari itu.
Banyak banget momen dan plot twist emosional yang pelan-pelan numpuk, sampai di akhir game bener-bener bikin terdiam.
Biasanya tiap selesai namatin game pasti ada reaksi, entah “akhirnya tamat” atau minimal komen sendiri soal ending-nya. Tapi kali ini beda.
OPUS: Echo of Starsong bikin semuanya hening. Dari akhir chapter sampai credit roll selesai, cuma bisa diem.
Cerita Sederhana, Tapi Dalam
Secara premis, ceritanya sebenarnya cukup sederhana. Kita main sebagai seorang penjelajah luar angkasa yang menjalani sebuah perjalanan.
Tapi yang bikin menarik bukan “apa” ceritanya, melainkan “bagaimana” cerita itu disampaikan.
Sepanjang perjalanan, pelan-pelan disajiin konflik, intrik, dan perkembangan karakter yang terasa rapi dan natural. Semua terasa tumbuh, bukan dipaksakan.
Lebih dari Sekadar Visual Novel
Yang bikin game ini beda dari visual novel pada umumnya adalah, kita gak cuma duduk baca teks.
Ada mekanik gameplay yang ikut masuk, mulai dari eksplorasi sampai QTE. Jadi tetap ada rasa “main game”, bukan cuma “baca cerita”.
Walaupun begitu, gameplay di sini lebih jadi pendukung, bukan fokus utama.
Atmosfer & Musik yang Ngena
Salah satu kekuatan terbesar game ini ada di atmosfer dan musiknya.
Soundtrack-nya dibuat cantik banget, selaras dengan judul gamenya “Starsong”. Dan ini bukan cuma jadi background doang, musik di sini terasa punya peran dalam membangun emosi. Serius.
Beberapa momen bahkan jadi lebih terasa justru karena musiknya masuk di waktu yang tepat.
Kekurangan
Game ini tetap bukan tanpa kekurangan.
Pacing ceritanya tergolong lambat, jadi mungkin kurang cocok buat yang lebih suka game cepat atau penuh action. Beberapa bagian juga terasa repetitif.
Dan pada akhirnya, ini jadi game yang cukup niche, gak semua orang bakal langsung cocok.
Kesimpulan
Tapi secara keseluruhan, ini pengalaman yang sulit dilupakan.
Saking sukanya, justru jadi gak pengen langsung main ulang. Bukan karena jelek, tapi karena butuh waktu buat “recovery” dari ceritanya.
Game ini memang bukan untuk semua orang. Tapi kalau udah klik, rasanya bakal susah banget dilepas.
Bahkan setelah selesai, yang tertinggal bukan cuma ceritanya, tapi juga perasaan yang dibawa oleh perjalanan itu sendiri.
Sebuah pengalaman yang pelan, emosional, dan diam-diam meninggalkan bekas setelah selesai dimainkan.
Direkomendasikan jika: Kalian suka game genre ini
Baca juga